Banyak pasien masih bertanya-tanya, sebenarnya crown gigi tahan berapa lama? Apakah crown dapat digunakan seumur hidup atau perlu diganti setelah beberapa tahun?
Umumnya, crown gigi dapat bertahan sekitar 5–15 tahun. Pada sebagian pasien, crown bahkan bisa digunakan lebih dari 20 tahun apabila materialnya berkualitas, dipasang dengan tepat, dan dirawat dengan baik. Meski demikian, usia crown pada setiap orang dapat berbeda karena dipengaruhi oleh kondisi gigi penyangga, kebersihan mulut, kebiasaan mengunyah, serta pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
Table of Contents
ToggleCrown Gigi Tahan Berapa Lama?
Rata-rata usia crown gigi berada di kisaran 5–15 tahun. Akan tetapi, angka tersebut bukanlah tanggal kedaluwarsa yang berlaku sama untuk semua orang.
Ada crown yang perlu diganti lebih cepat karena retak, longgar, atau mengalami kerusakan pada gigi di bawahnya. Sebaliknya, ada juga crown yang tetap berfungsi dengan baik selama 20 hingga 30 tahun karena dirawat secara konsisten.
Salah satu panduan rumah sakit NHS menyebutkan bahwa crown yang dirawat dengan baik umumnya dapat bertahan sekitar 8–10 tahun. Namun, rata-rata usia crown sekitar 5–15 tahun, meskipun pada beberapa kondisi crown dapat bertahan lebih lama.
Karena itu, jawaban untuk pertanyaan crown gigi tahan berapa lama akan bergantung pada beberapa hal, mulai dari kondisi gigi asli hingga kebiasaan sehari-hari pasien.
Faktor yang Memengaruhi Usia Crown Gigi
1. Kondisi gigi penyangga
- Crown dipasang di atas gigi asli yang sudah dibentuk, sehingga kekuatan gigi penyangga sangat menentukan daya tahannya.
- Jika gigi mengalami infeksi atau kerusakan saraf, dokter biasanya menyarankan perawatan saluran akar gigi sebelum pemasangan crown.
2. Jenis bahan crown
- Crown dapat dibuat dari porselen, logam, resin, zirconia, atau kombinasi bahan dengan kekuatan dan estetika yang berbeda.
- Untuk gigi geraham biasanya dipilih bahan yang lebih kuat, sedangkan gigi depan lebih fokus pada tampilan yang natural.
3. Kebersihan gigi dan mulut
- Crown tidak bisa berlubang, tetapi gigi di bawah dan sekitarnya tetap berisiko mengalami karies.
- Penumpukan plak di area tepi crown dapat memicu masalah gusi sehingga perlu dibersihkan secara rutin.
4. Kebiasaan menggertakkan gigi
- Menggertakkan gigi dapat membuat crown cepat aus, retak, atau menjadi longgar.
- Pasien dengan kebiasaan ini biasanya disarankan menggunakan pelindung gigi saat tidur.
5. Kebiasaan menggigit benda keras
- Menggigit es, tulang, atau benda keras lain dapat meningkatkan risiko crown pecah atau rusak.
- Makanan keras dan lengket sebaiknya dihindari agar crown lebih awet.
Baca juga: Crown Gigi Lepas: Penyebab, Pertolongan Awal, dan Penanganannya
Tanda Crown Gigi Perlu Diperiksa
Crown tidak harus menunggu sampai benar-benar lepas untuk diperiksa. Beberapa tanda berikut dapat menunjukkan adanya masalah:
- Crown terasa longgar atau bergerak
- Muncul retakan atau bagian crown pecah
- Gigi sakit atau ngilu saat menggigit
- Gusi di sekitar crown bengkak atau berdarah
- Makanan sering terselip di sekitar crown
- Muncul bau atau rasa tidak enak
- Gigitan terasa tinggi atau tidak nyaman
Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh perekat yang melemah, kerusakan gigi penyangga, masalah gusi, atau posisi crown yang tidak lagi sesuai.
Jangan mencoba merekatkan crown sendiri menggunakan lem biasa karena dapat berbahaya bagi jaringan mulut.
Cara Merawat Crown Gigi agar Tahan Lama
Agar crown dapat digunakan lebih lama, lakukan beberapa perawatan berikut:
- Sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut.
- Bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau pembersih interdental.
- Hindari menggigit benda dan makanan yang terlalu keras.
- Kurangi makanan lengket yang dapat menarik crown.
- Gunakan pelindung gigi jika memiliki kebiasaan menggertakkan gigi.
- Segera periksa jika crown mulai terasa longgar atau tidak nyaman.
- Lakukan kontrol rutin sesuai anjuran dokter gigi.
Perawatan crown tidak jauh berbeda dari merawat gigi asli. Perbedaannya, perhatian lebih perlu diberikan pada bagian tepi crown yang bertemu dengan gusi.
Crown, Tambal Gigi, atau Veneer?
Tambal gigi digunakan untuk memperbaiki bagian gigi yang berlubang atau rusak dalam ukuran tertentu. Crown lebih sering digunakan ketika struktur gigi sudah lemah dan membutuhkan perlindungan menyeluruh.
Sementara itu, veneer merupakan lapisan tipis yang dipasang pada bagian depan gigi dan lebih banyak digunakan untuk memperbaiki penampilan. Anda dapat membaca artikel perbedaan tambal gigi dan veneer untuk memahami perbedaannya.
Kesimpulan
Jadi, crown gigi tahan berapa lama? Rata-rata usia pakainya sekitar 5–15 tahun dan dapat bertahan lebih lama jika dirawat dengan baik.
Daya tahan crown dipengaruhi oleh kondisi gigi penyangga, bahan yang digunakan, kebersihan mulut, kebiasaan mengunyah, dan pemeriksaan rutin.
Jika crown terasa longgar, sakit saat menggigit, retak, atau menimbulkan bau tidak sedap, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Konsultasikan kondisi gigi Anda melalui halaman kontak Klinik Senyum & Senyum untuk mengetahui perawatan yang sesuai.
FAQ
Apakah crown gigi bisa dipakai seumur hidup?
Tidak selalu. Crown bisa bertahan lama, tetapi tetap dapat aus, retak, atau mengalami masalah pada gigi penyangga.
Apakah crown gigi bisa berlubang?
Material crown tidak berlubang, tetapi gigi asli di bawah dan sekitar crown tetap dapat mengalami karies.
Apakah crown yang lepas bisa dipasang kembali?
Bisa pada beberapa kondisi, selama crown masih utuh dan gigi penyangga tidak rusak. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan.
Apakah crown boleh digunakan untuk makan makanan keras?
Crown dapat digunakan untuk makan sehari-hari, tetapi sebaiknya hindari es batu, tulang, dan benda yang terlalu keras.