Crown Gigi Sakit Saat Menggigit, Normal atau Perlu Diperiksa?

Bagikan:
Crown Gigi Sakit Saat Menggigit, Normal atau Perlu Diperiksa?
Daftar Isi
Rate this post

Crown gigi sakit saat menggigit dapat terjadi beberapa saat setelah pemasangan. Rasa sensitif ringan selama beberapa hari masih dapat dianggap wajar karena gigi dan jaringan di sekitarnya sedang beradaptasi.

Namun, rasa sakit yang tajam, semakin berat, berlangsung lebih dari beberapa hari, atau muncul setiap kali gigi digunakan untuk mengunyah sebaiknya diperiksa. Keluhan tersebut dapat menandakan crown terlalu tinggi, saraf gigi mengalami masalah, atau terdapat kerusakan pada gigi di bawah crown.

Apakah Nyeri Setelah Crown Normal?

Setelah pemasangan crown, sebagian pasien dapat mengalami rasa ngilu ketika mengonsumsi makanan panas atau dingin. Gusi di sekitar crown juga mungkin terasa sedikit sensitif akibat proses pembentukan dan pemasangan mahkota gigi.

Keluhan ringan umumnya berangsur berkurang setelah gigi beradaptasi. Sensitivitas setelah pemasangan crown dapat terjadi, tetapi crown seharusnya tidak menimbulkan nyeri berat atau rasa tidak nyaman yang mengganggu tidur.

Apabila rasa sakit justru semakin kuat atau tidak membaik, kondisi tersebut tidak sebaiknya dibiarkan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Penyebab Crown Sakit Menggigit

Crown gigi sakit saat menggigit dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari penyesuaian awal hingga masalah pada struktur gigi di bawahnya. Memahami penyebabnya penting agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat dan tidak memperburuk kondisi.

1. Crown terasa terlalu tinggi

Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah permukaan crown lebih tinggi dibandingkan gigi lain. Akibatnya, crown menerima tekanan lebih dahulu ketika pasien menggigit atau menutup mulut.

Tekanan berulang dapat menyebabkan gigi terasa sakit, seperti ditekan atau memar. Pasien juga mungkin merasa gigitannya tidak seimbang. Dokter dapat memeriksa kontak antargigi dan melakukan penyesuaian kecil pada permukaan crown.

2. Saraf gigi masih sensitif

Jika gigi belum menjalani perawatan saluran akar, jaringan saraf di dalamnya masih dapat merespons proses pembentukan gigi, bahan perekat, serta perubahan suhu.

Sensitivitas ringan mungkin berkurang dengan sendirinya. Namun, nyeri berdenyut, sakit spontan, atau rasa ngilu yang bertahan lama setelah terkena panas dan dingin dapat menunjukkan bahwa jaringan pulpa perlu diperiksa.

Nyeri berat saat menggigit dan sensitivitas yang menetap termasuk tanda yang dapat berkaitan dengan masalah pada pulpa atau jaringan di sekitar akar.

3. Crown longgar atau retak

Crown yang longgar dapat bergerak ketika digunakan untuk mengunyah. Pergerakan tersebut memberikan tekanan pada gigi penyangga sekaligus memungkinkan makanan dan bakteri masuk melalui celah di tepi crown.

Retakan pada crown atau gigi di bawahnya juga dapat menimbulkan rasa sakit tajam saat menggigit. Nyeri saat mengunyah merupakan salah satu gejala yang dapat muncul pada gigi retak.

4. Gigi di bawah crown rusak

Meskipun bahan crown tidak berlubang seperti gigi asli, bagian gigi di bawah dan sekitar tepinya tetap dapat mengalami karies.

Kerusakan dapat terjadi ketika plak menumpuk atau terdapat celah antara crown dan gigi. Selain sakit saat menggigit, pasien mungkin mengalami bau mulut, rasa tidak enak, atau gusi yang mudah berdarah.

5. Masalah setelah perawatan akar

Crown sering dipasang pada gigi yang sudah menjalani perawatan saluran akar. Meskipun saraf di dalam gigi telah dibersihkan, jaringan di sekitar akar masih dapat mengalami peradangan atau infeksi.

Jika gigi yang pernah dirawat kembali terasa sakit, dokter perlu memeriksa apakah terjadi infeksi ulang, retakan, atau masalah pada restorasi. American Association of Endodontists menyarankan pemeriksaan apabila gigi yang pernah dirawat mengalami nyeri atau ketidaknyamanan kembali.

Informasi mengenai prosedur tersebut dapat dibaca melalui layanan perawatan saluran akar gigi.

Cara Mengatasi Crown Gigi Sakit Saat Menggigit Sementara

Sambil menunggu pemeriksaan, hindari mengunyah menggunakan sisi crown yang sakit. Pilih makanan lunak dan hindari makanan sangat keras, lengket, panas, atau dingin.

Tetap sikat gigi secara perlahan dan bersihkan sela-sela crown agar tidak ada sisa makanan yang menumpuk. Jangan mengikir crown atau mencoba memperbaiki posisinya sendiri.

Obat pereda nyeri dapat membantu sementara apabila aman untuk kondisi kesehatan Anda. Namun, obat hanya mengurangi keluhan dan tidak mengatasi penyebab utamanya.

Kapan Perlu Diperiksa?

Segera hubungi dokter gigi jika rasa sakit:

  • Berlangsung lebih dari dua hari
  • Semakin berat atau mengganggu tidur
  • Selalu muncul saat menggigit
  • Disertai crown longgar atau retak
  • Disertai gusi merah dan bengkak
  • Menimbulkan rasa atau bau tidak sedap
  • Disertai demam atau pembengkakan wajah

NHS menyarankan pemeriksaan dokter gigi jika sakit gigi berlangsung lebih dari dua hari atau disertai nyeri saat menggigit, demam, gusi merah, rasa tidak enak, maupun pembengkakan.

Penanganan oleh Dokter

Penanganan disesuaikan dengan penyebabnya. Kami akan menyesuaikan permukaan crown jika terlalu tinggi, merekatkan kembali crown yang longgar, menangani karies, atau mengganti crown yang rusak.

Jika keluhan berasal dari jaringan saraf atau akar gigi, pasien mungkin membutuhkan perawatan saluran akar atau evaluasi ulang. Pemeriksaan langsung dan radiografi dapat diperlukan untuk menentukan tindakan yang tepat.

Pelajari pilihan perawatannya melalui layanan crown gigi di Klinik Senyum & Senyum.

Pemeriksaan membantu memastikan apakah crown hanya perlu disesuaikan atau terdapat masalah pada gigi penyangga. Semakin cepat penyebabnya ditemukan, semakin besar peluang crown dan gigi asli tetap dapat dipertahankan.

Cek kondisi crown dan konsultasikan keluhan gigi Anda bersama dokter gigi di Klinik Senyum & Senyum.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by @senyumdansenyum

FAQ

Berapa lama rasa sakit setelah crown?

Sensitivitas ringan dapat berlangsung selama beberapa hari. Jika tidak membaik atau semakin sakit, lakukan pemeriksaan.

Apakah crown terlalu tinggi bisa diperbaiki?

Bisa. Dokter dapat memeriksa pola gigitan dan menyesuaikan permukaan crown agar tekanannya lebih seimbang.

Mengapa crown lama tiba-tiba sakit?

Penyebabnya dapat berupa crown longgar, gigi retak, karies di bawah crown, masalah gusi, atau infeksi di sekitar akar.

Apakah crown sakit harus dilepas?

Tidak selalu. Crown mungkin hanya perlu disesuaikan. Pelepasan atau penggantian dilakukan jika ditemukan kerusakan yang membutuhkan tindakan tersebut.

Artikel Terkait

Apakah Gigi Setelah Perawatan Saluran Akar Harus Dipasang Crown?
Apakah Gigi Setelah Perawatan Saluran Akar Harus Dipasang Crown?
Perbedaan Crown dan Veneer Gigi, Mana yang Lebih Tepat?
Perbedaan Crown dan Veneer Gigi, Mana yang Lebih Tepat?
Crown Gigi Lepas: Penyebab, Pertolongan Awal, Penanganan
Crown Gigi Lepas: Penyebab, Pertolongan Awal, dan Penanganannya
Dapatkan Informasi Terbaru

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan update blog terbaru.

Konsultasikan Kesehatan Gigi Anda Bersama Kami

Dapatkan promo dan paket layanan lengkap.

Topik Pilihan

Apakah Gigi Setelah Perawatan Saluran Akar Harus Dipasang Crown?
Apakah Gigi Setelah Perawatan Saluran Akar Harus Dipasang Crown?
Perbedaan Crown dan Veneer Gigi, Mana yang Lebih Tepat?
Perbedaan Crown dan Veneer Gigi, Mana yang Lebih Tepat?
Crown Gigi Lepas: Penyebab, Pertolongan Awal, Penanganan
Crown Gigi Lepas: Penyebab, Pertolongan Awal, dan Penanganannya

Cari Informasi yang Anda Butuhkan