Apa Itu Periodontitis? 7 Cara Mengobatinya

Bagikan:
apa itu periodontitis
Daftar Isi
Rate this post

Apa itu periodontitis? Periodontitis adalah infeksi dan peradangan pada jaringan yang menopang gigi, termasuk gusi dan tulang di sekitar gigi. Kondisi ini biasanya berkembang dari masalah gusi yang tidak ditangani dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi secara bertahap.

Awalnya mungkin hanya terlihat seperti gusi mudah berdarah saat menyikat gigi. Namun, jika dibiarkan, periodontitis bisa membuat gusi menyusut, gigi terasa goyang, hingga menyebabkan kehilangan gigi. Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan penyakit ini dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa Itu Periodontitis dan Bagaimana Kondisi Ini Terjadi?

Untuk memahami periodontitis, penting mengetahui bahwa masalah ini tidak hanya terjadi pada permukaan gusi. Periodontitis dapat melibatkan jaringan yang menjaga gigi tetap kokoh di dalam rahang. Periodontitis adalah penyakit inflamasi kronis yang umumnya berkaitan dengan penumpukan plak bakteri pada permukaan gigi. Jika plak tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat mengeras menjadi karang gigi dan menciptakan lingkungan yang mendukung peradangan.

Seiring waktu, peradangan dapat membuat jaringan gusi terlepas dari permukaan gigi dan membentuk kantong periodontal. Kantong tersebut dapat menjadi tempat berkumpulnya lebih banyak bakteri sehingga kerusakan jaringan penyangga gigi terus berkembang.

Apa Penyebab Periodontitis?

Setelah mengetahui pengertiannya, pertanyaan berikutnya adalah apa yang membuat peradangan pada gusi berkembang menjadi periodontitis. Penyebabnya tidak selalu hanya karena jarang menyikat gigi, tetapi juga dapat dipengaruhi beberapa faktor lainnya.

Beberapa penyebab dan faktor yang dapat meningkatkan risiko periodontitis meliputi:

  • Penumpukan plak: Bakteri dalam plak dapat memicu peradangan pada jaringan gusi.
  • Karang gigi: Plak yang mengeras lebih sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa dan dapat mempertahankan peradangan.
  • Kebersihan mulut yang kurang optimal: Tidak membersihkan sela gigi dapat membuat plak menumpuk di area yang sulit dijangkau.
  • Kebiasaan merokok: Merokok berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit periodontal dan dapat memengaruhi respons tubuh terhadap infeksi.
  • Faktor medis tertentu: Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko atau memengaruhi perkembangan penyakit periodontal.
  • Faktor genetik: Respons seseorang terhadap bakteri dan peradangan dapat berbeda sehingga sebagian orang lebih rentan mengalami periodontitis.

Apa Saja Gejala Periodontitis?

Periodontitis sering berkembang secara perlahan sehingga gejalanya bisa tidak langsung terasa. Mengenali perubahan pada gusi sejak awal dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih berat.

Beberapa gejala periodontitis yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.
  • Gusi tampak merah, bengkak, atau terasa lebih sensitif.
  • Gusi mengalami penyusutan sehingga gigi terlihat lebih panjang.
  • Bau mulut yang menetap.
  • Muncul nanah di sekitar gusi atau gigi.
  • Gigi terasa lebih longgar atau goyang.
  • Posisi beberapa gigi berubah atau terasa berbeda saat menggigit.
  • Rasa tidak nyaman saat mengunyah.

Tidak semua orang mengalami seluruh gejala tersebut. Karena itu, pemeriksaan dokter gigi tetap penting, terutama jika gusi sering berdarah atau mengalami perubahan yang menetap.

Apa Bedanya Gingivitis dan Periodontitis?

Gingivitis dan periodontitis sama-sama berkaitan dengan peradangan gusi, tetapi tingkat kerusakannya berbeda. Memahami perbedaannya dapat membantu Anda mengetahui kapan masalah gusi membutuhkan perhatian lebih serius.

KondisiGingivitisPeriodontitis
Peradangan gusiYaYa
Gusi mudah berdarahDapat terjadiDapat terjadi
Kerusakan jaringan penyanggaBelum terjadiDapat terjadi
Kerusakan tulangTidakDapat terjadi
Gigi goyangUmumnya tidakDapat terjadi
Dapat berkembang menjadi kondisi lebih beratYa, jika tidak ditanganiSudah merupakan penyakit periodontal yang lebih lanjut

Gingivitis pada dasarnya merupakan tahap awal penyakit gusi. Jika faktor penyebabnya dikendalikan dan kebersihan mulut diperbaiki, gingivitis dapat ditangani sebelum berkembang menjadi periodontitis.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Periodontitis?

Diagnosis tidak cukup dilakukan hanya dengan melihat apakah gusi terlihat merah atau bengkak. Dokter gigi perlu menilai kondisi gusi dan jaringan penyangga gigi secara menyeluruh.

Pemeriksaan dapat mencakup evaluasi gusi, pengukuran kedalaman kantong periodontal, pemeriksaan mobilitas gigi, serta penilaian plak dan karang gigi. Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan radiografi untuk melihat kondisi tulang di sekitar gigi. Dari pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan tingkat keparahan penyakit dan menyusun perawatan yang sesuai.

Baca Juga: Mengenal Perikoronitis: Radang Gusi di Area Gigi Bungsu

7 Cara Mengobati Periodontitis

Pengobatan periodontitis bertujuan mengendalikan infeksi, mengurangi peradangan, dan mempertahankan jaringan penyangga gigi selama mungkin. Jenis perawatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi dan hasil pemeriksaan dokter gigi.

1. Pembersihan Plak dan Karang Gigi

Pembersihan profesional dilakukan untuk menghilangkan plak dan karang gigi yang menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Tindakan ini membantu mengurangi sumber iritasi dan peradangan pada jaringan gusi.

2. Scaling dan Root Planing

Pada periodontitis, pembersihan mungkin perlu dilakukan lebih mendalam hingga area permukaan akar gigi. Prosedur scaling dan root planing bertujuan menghilangkan karang gigi serta bakteri yang berada di bawah garis gusi dan membuat permukaan akar lebih bersih.

3. Perawatan Periodontal Lanjutan

Jika periodontitis sudah menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi yang lebih berat, dokter dapat merekomendasikan perawatan periodontal lanjutan sesuai kondisi pasien. Jenis tindakan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan, bila diperlukan, pemeriksaan radiografi.

4. Perawatan dan Kontrol Berkala

Setelah perawatan, menjaga kebersihan gigi dan gusi tetap menjadi bagian penting untuk mengendalikan periodontitis. Pasien juga perlu melakukan kontrol secara berkala sesuai rekomendasi dokter untuk memantau kondisi jaringan periodontal. Semakin dini periodontitis ditemukan, semakin besar kesempatan untuk mengendalikan perkembangannya dan mempertahankan gigi yang masih dapat dipertahankan.

5. Bedah Periodontal

Pada periodontitis yang sudah berkembang cukup parah dan tidak dapat ditangani hanya dengan pembersihan mendalam, dokter dapat mempertimbangkan tindakan bedah periodontal. Prosedur ini dapat membantu mengakses area yang sulit dibersihkan, mengurangi kantong periodontal, atau menangani kerusakan jaringan penyangga gigi.

Baca Juga: Memahami Gusi Bengkak Usai Cabut Gigi dan Cara Merawatnya 

Bagaimana Cara Mencegah Periodontitis?

Kabar baiknya, menjaga kebersihan mulut secara konsisten dapat membantu menurunkan risiko penyakit periodontal. Pencegahan juga tidak berhenti pada menyikat gigi saja.

Beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan yaitu:

  • Sikat gigi dua kali sehari menggunakan teknik yang benar.
  • Bersihkan sela gigi dengan benang gigi atau alat pembersih interdental.
  • Lakukan pembersihan karang gigi secara berkala sesuai kebutuhan.
  • Hindari atau berhenti merokok.
  • Perhatikan perubahan pada gusi, terutama gusi berdarah atau bengkak yang berulang.
  • Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Kapan Harus Memeriksakan Kondisi Gusi ke Dokter Gigi?

Jika gusi sering berdarah, membengkak, menyusut, atau gigi mulai terasa goyang, sebaiknya jangan menunggu hingga keluhan semakin berat. Pemeriksaan langsung dapat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan perawatan yang sesuai.

Untuk evaluasi kondisi gusi dan gigi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi di Klinik Senyum & Senyum. Pemeriksaan membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan gingivitis, periodontitis, karang gigi, atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan. Semakin cepat kondisi gusi diperiksa, semakin besar peluang untuk mengendalikan peradangan dan mempertahankan kesehatan gigi.

Referensi 

Papapanou, P. N., et al. (2018). Periodontitis: Consensus report of Workgroup 2 of the 2017 World Workshop on the Classification of Periodontal and Peri-Implant Diseases and Conditions. Journal of Clinical Periodontology, 45(S20), S162–S170.

Tonetti, M. S., Greenwell, H., & Kornman, K. S. (2018). Staging and grading of periodontitis: Framework and proposal of a new classification and case definition. Journal of Clinical Periodontology, 45(S20), S149–S161.

Sanz, M., et al. (2020). Periodontitis and cardiovascular diseases: Consensus report. Journal of Clinical Periodontology, 47(3), 268–288.

FAQ

1. Apa itu periodontitis?

Periodontitis adalah penyakit inflamasi dan infeksi pada jaringan yang menopang gigi. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan gusi dan tulang di sekitar gigi jika tidak ditangani.

2. Apakah periodontitis bisa sembuh?

Periodontitis dapat dikendalikan melalui perawatan yang tepat dan perawatan kebersihan mulut yang konsisten. Kerusakan jaringan yang sudah terjadi tidak selalu dapat kembali seperti semula, sehingga deteksi dan penanganan dini sangat penting.

3. Apakah gusi berdarah selalu berarti periodontitis?

Tidak selalu. Gusi berdarah dapat terjadi akibat gingivitis, teknik menyikat gigi yang kurang tepat, atau kondisi lainnya. Namun, gusi yang sering berdarah sebaiknya diperiksakan karena dapat menjadi tanda adanya penyakit gusi.

4. Apakah periodontitis bisa menyebabkan gigi tanggal?

Ya. Jika periodontitis berkembang dan menyebabkan kerusakan jaringan serta tulang penyangga gigi yang signifikan, gigi dapat menjadi goyang dan pada akhirnya tanggal.

5. Bagaimana cara mencegah periodontitis?

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan gigi dan gusi, membersihkan sela gigi, mengendalikan penumpukan plak dan karang gigi, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.

Artikel Terkait

kenapa gusi bengkak
Kenapa Gusi Bengkak? Ketahui 8 Penyebab, Cara Mengatasinya
apa itu gingivitis
Apa Itu Gingivitis? Penyebab, Gejala, dan 5 Cara Mengatasinya
perbedaan plak dan karang gigi
8 Perbedaan Plak dan Karang Gigi yang Perlu Diketahui
apa itu plak gigi
Apa Itu Plak Gigi? 7 Penyebabnya, Bahaya, dan Cara Mencegah
Crown Gigi Sakit Saat Menggigit, Normal atau Perlu Diperiksa?
Crown Gigi Sakit Saat Menggigit, Normal atau Perlu Diperiksa?
Apakah Gigi Setelah Perawatan Saluran Akar Harus Dipasang Crown?
Apakah Gigi Setelah Perawatan Saluran Akar Harus Dipasang Crown?
Dapatkan Informasi Terbaru

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan update blog terbaru.

Konsultasikan Kesehatan Gigi Anda Bersama Kami

Dapatkan promo dan paket layanan lengkap.

Topik Pilihan

kenapa gusi bengkak
Kenapa Gusi Bengkak? Ketahui 8 Penyebab, Cara Mengatasinya
apa itu gingivitis
Apa Itu Gingivitis? Penyebab, Gejala, dan 5 Cara Mengatasinya
perbedaan plak dan karang gigi
8 Perbedaan Plak dan Karang Gigi yang Perlu Diketahui

Cari Informasi yang Anda Butuhkan