Mengenali 8 Penyebab Gigi Copot serta Tips Pencegahan dan Mengatasinya

Bagikan:
penyebab gigi copot
Daftar Isi

Perlu kamu ketahui bahwa penyebab gigi copot itu sangat beragam, apalagi kondisi tersebut dapat terjadi kapan saja.

Beberapa penyebab gigi copot, seperti infeksi pada gusi dan trauma fisik yang membuat tanggalnya gigi. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Perawatan untuk mengatasi gigi copot juga dapat menyesuaikan kondisi gigi setelah melakukan pemeriksaan bersama dokter.

Untuk lebih memahami penyebab gigi copot dan bagaimana cara mengatasi dan tips mencegahnya, silakan menyimak penjelasan berikut.

Penyebab Gigi Copot 

Gigi copot sering kali mengganggu ketika sedang makan dan berbicara. Ketika makan, kamu membutuhkan peran gigi untuk mengunyah, menggigit, merobek, dan menghaluskan makanannya. 

Saat berbicara pun, kamu pasti merasa kurang percaya diri dengan penampilan kamu karena gigi yang tanggal, sehingga prosedur cabut gigi menjadi salah satu solusi yang dapat kamu lakukan.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab gigi copot yang dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak:

1. Penyakit Gusi/ Periodontitis 

Periodontitis merupakan penyakit yang terjadi pada gusi, dimana infeksi menyerang jaringan yang menyangga gigi dan tulang yang menyokong gigi. 

Penyakit gusi menjadi salah satu penyebab gigi copot yang terjadi pada orang dewasa. Sebelum menjadi periodontitis, gusi akan mengalami peradangan yang disebut gingivitis.

Gejala gingivitis adalah gusi yang berdarah, membengkak, dan memerah. Jika kamu mendapati gusi kamu dalam keadaan demikian, segeralah untuk mengatasinya sebelum berkembang menjadi periodontitis. 

Penyebab penyakit gusi ini adalah penumpukan plak di gigi yang terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan mulut dan akan membentuk karang gigi apabila tidak dibersihkan. 

Jika kamu tidak segera menangani karang gigi, maka akan menyebabkan kelonggaran antara gusi dan gigi yang memicu terjadinya infeksi. 

Mudahnya, ketika tulang rahang mengalami kerusakan karena periodontitis ini, gigi akan rentan copot karena menjadi longgar. 

2. Karies Gigi 

Karies gigi terjadi ketika bakteri di dalam mulut mengubah sisa makanan manis menjadi asam yang berpotensi mengikis enamel gigi. 

Ketika karies gigi berkembang semakin besar dan dalam mencapai lapisan dentin, saraf, dan bahkan meluas ke akar gigi, maka infeksi tersebut akan menyebabkan peradangan dan matinya saraf gigi. 

Untuk mencegah infeksi yang semakin menyebar, solusinya adalah dengan mencabut gigi.

Pada dasarnya kamu dapat mencegah dan mengatasi perkembangan karies gigi dengan cara menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan baik, seperti rajin menyikat gigi, menggunakan benang gigi, dan tidak mengonsumsi makanan manis terlalu berlebihan.

Baca Juga: Ketahui Tahapan dan Waktu Tepat Melakukan Perawatan Saluran Akar Gigi

3. Cedera/ Trauma Mulut 

Penyebab gigi copot lainnya adalah cedera pada area mulut atau rahang. Biasanya yang menyebabkan trauma ini adalah kecelakaan, olahraga fisik, pukulan pada wajah, benturan, dan lainnya. 

Hal tersebut bisa menyebabkan gigi retak, gigi patah, dan bahkan copot. Kondisi tersebut akan semakin menjadi lebih parah jika tidak ditangani dengan segera. 

Jangankan cedera yang parah, trauma yang ringan pada jaringan yang menyokong gigi saja dapat mengakibatkan gigi bergoyang dan tidak lagi memiliki penyokong yang kuat untuk menahan posisinya. 

Karena itulah perawatan dari dokter gigi perlu segera terlaksana agar dapat mencegah kerusakan yang lebih parah pada gigi dan jaringan di sekitarnya. 

4. Kebiasaan Buruk Bruxism 

Kebiasaan buruk menggertakkan gigi juga menjadi salah satu penyebab gigi copot. Hal ini karena tindakan bruxism yang sering kali tidak sadar dapat memberikan tekanan berlebih pada gigi. 

Tekanan tersebut berpotensi merusak permukaan gigi dan membuat enamel gigi terkikis. Struktur yang melemah karena hal tersebut dapat membuat gigi menjadi rentan copot. 

Kebiasaan lainnya yang juga dapat memicu gigi copot adalah menggigit kuku atau menggigit benda keras yang dapat mengakibatkan gigi retak, sehingga menjadi rentan dan beresiko copot. 

5. Merokok 

Sebagaimana yang kamu tahu, bahwa kegiatan merokok tidak hanya memperburuk pernafasan, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan gigi dan gusi. 

Seperti pada rokok yang mengandung nikotin ini dapat membuat aliran darah menuju jaringan gusi menjadi terhambat, sehingga kemampuan untuk melawan infeksi akan menurun. 

Produksi air liur yang berperan untuk melindungi gigi dari bakteri juga dapat berkurang karena merokok. 

Perokok berpotensi mengalami peradangan gusi yang berkembang menjadi periodontal. Sehingga jelas bahwa merokok akan berisiko menjadi penyebab gigi copot karena berpotensi mengalami penyakit gusi. 

6. Makanan dan Minuman Terlalu Asam

Penyebab gigi copot lainnya adalah mengonsumsi makanan dan minuman yang bersifat asam, seperti jus buah, soda, dan lainnya. 

Hal ini karena makanan dan minuman asam tersebut dapat mengakibatkan enamel gigi terkikis dan perlahan akan kehilangan fungsi sebagai pelindung gigi. 

Enamel gigi yang rusak memicu bakteri masuk ke dalam gigi dengan mudah dan menyebabkan infeksi juga karies. Hal itu akan perlahan melemahkan struktur gigi dan akhirnya berpotensi mengakibatkan gigi copot karena gigi yang menjadi rentan dan rapuh. 

Baca Juga: Ketahui Jenis Makanan yang Dianjurkan dan Dilarang Setelah Cabut Gigi

7. Penyakit Sistemik

Penyebab gigi copot selanjutnya adalah penyakit sistemik, seperti diabetes, osteoporosis, penyakit jantung, dan gangguan imun. 

Pada penderita diabetes rentan mengalami penyakit gusi yang menyebabkan gigi copot karena memiliki tubuh yang lebih lemah dalam melawan infeksi. 

Pada penderita osteoporosis dapat mengurangi kepadatan tulang pada rahang yang berpotensi membuat gigi kehilangan sokongan dan akhirnya copot. 

Atau seseorang yang mengalami gangguan imun seperti pada penyakit HIV/ AIDS juga berisiko pada penyakit gusi yang mengakibatkan gigi copot. 

8. Pemakaian Alat Ortodontik Tidak Tepat

Alat ortodontik atau behel gigi yang umumnya berfungsi untuk merapikan susunan gigi juga menjadi salah satu penyebab gigi copot.

Hal ini karena pemasangan kawat gigi tidak dilakukan dengan perhitungan yang tepat maka dapat menyebabkan tekanan berlebih pada gigi dan jaringan pendukung gigi. 

Kondisi tersebut yang mengakibatkan gigi goyang bahkan copot. Karena itulah prosedur behel gigi perlu dilakukan oleh dokter gigi yang berpengalaman untuk mencegah potensi terjadinya masalah. 

Baca Juga: Kenali 5 Jenis Behel Gigi dan Cara Memilihnya

Cara Mengatasi Gigi yang Mudah Copot

Ketika mendapati gigi kamu yang tanggal, pastikan kamu tetap tenang dan tidak panik. Karena gigi copot perlu ditangani sesegera mungkin. 

Kamu perlu mengetahui cara mengatasi gigi yang mudah copot, karena mungkin kamu dapat memasangnya kembali gigi tersebut. Sehingga segera mengunjungi dokter gigi setelah gigi copot adalah saran terbaik. 

Namun, hal itu dapat kamu lakukan jika gigi yang copot adalah utuh. Cari dan simpan gigi ke dalam larutan berisi susu atau air dan hindari untuk menyentuh bagian akar giginya. 

Langkah-langkah tersebut dapat kamu lakukan untuk mengatasi gigi yang mudah copot, karena dokter gigi dapat menanamkannya kembali selagi masih bisa. 

Baca juga: Pipi Bengkak Karena Sakit Gigi? Ini Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Gigi Copot 

Terdapat beberapa cara engatasi gigi yang tanggal sesuai dengan penyebab gigi copot. Berikut adalah beberapa langkah dapat kamu ambil untuk mengatasi gigi yang hilang:

1. Mengunjungi Dokter Gigi

Dokter akan memeriksa kondisi gigi kamu dan akan merekomendasikan perawatan terbaik. Mulai dari penggantian gigi, perawatan gigi untuk mencegah infeksi, dan perawatan untuk mencegah terjadinya komplikasi. 

Klinik gigi SDS menyediakan layanan pencabutan gigi untuk membantu pencegahan infeksi pada gigi.

2. Menggunakan Gigi Palsu Sementara 

Sembari menunggu perawatan lanjutan, dokter gigi akan memasangkan gigi palsu sementara untuk memastikan ruangnya tidak kosong. 

Pemberian gigi palsu semesntara ini juga memungkinkan fungsi mulut dan kembali sehingga pergeseran gigi akan terhindari. 

3. Perawatan Implan Gigi

Merupakan perawatan permanen untuk menggantikan gigi copot. Prosedur ini menjadi pilihan dengan solusi jangka panjang yang alami dan stabil

Implan gigi sendiri adalah prosedur pemasangan akar gigi buatan, dimana baut titanium akan ditanam ke dalam tulang rahang yang akan dilanjutkan dengan memasangkan crown gigi di atasnya. 

4. Mempertimbangkan Dental Bridge

Dental bridge merupakan gigi palsu permanen untuk menggantikan gigi yang copot. Gigi tiruan ini biasa terbuat dari bahan, seperti logam, ceramic, porselen, atau bahkan kombinasi dari logam dan porselen.

Dental bridge tidak hanya memberikan kenyamanan dan terlihat alami, tetapi juga mempertimbangkan estetika dengan menyesuaikan warnanya sesuai dengan gigi asli. 

Tips Mencegah Agar Gigi Tidak Mudah Lepas

Setelah mengenal apa saja penyebab gigi copot dan apa saja yang dapat mengatasinya, bukankah lebih baik untuk menghindarinya? 

Kamu dapat menjaga gigi tetap utuh dengan mengenali tips pencegahannya. Berikut ini adalah tips mencegah agar gigi tidak mudah lepas:

  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi, dengan sikat gigi secara rutin, menggunakan benang gigi, dam perawatan lainnya 
  • Memilih produk yang tepat, seperti pasta gigi yang mengandung fluoride, sikat gigi berbulu lembut, dan obat kumur dengan kandungan fluoride atau antiseptik 
  • Bijak saat mengonsumsi makanan dan minuman, dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula
  • Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, menjadi langkah pencegahan dari adanya masalah pada gigi
  • Menghindari kebiasaan buruk, seperti mengonsumsi alkohol, merokok, dan lainnya 

Melakukan Pemeriksaan Rutin Ke Dokter Gigi 

Setelah mengenali penyebab gigi copot, harapannya adalah kamu dapat menghindari hal-hal yang berpotensi pada masalah gigi. 

Untuk memastikan bahwa gigi kamu tetap sehat, jangan lupa untuk rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke klinik gigi.

Jika kamu berdomisili di Medan, kamu dapat mengunjungi Klinik Senyum&Senyum yang menawarkan berbagai layanan kesehatan gigi. Dokter gigi akan memberikan perawatan yang nyaman dan aman untuk memastikan kesehatan gigi kamu. Silakan berkonsultasi untuk melakukan pemeriksaan rutin di Klinik Senyum&Senyum!

Artikel Terkait

penyebab bau mulut
Kenali 7 Penyebab Bau Mulut dan Cara Efektif untuk Mengatasinya
cara menghilangkan bau mulut
10 Cara Menghilangkan Bau Mulut yang Efektif untuk Anda
vitamin dan mineral untuk gigi
Ketahui Vitamin dan Mineral untuk Kesehatan Gigi dan Gusi Anda
Dapatkan Informasi Terbaru

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan update blog terbaru.

Konsultasikan Kesehatan Gigi Anda Bersama Kami

Dapatkan promo dan paket layanan lengkap.

Topik Pilihan

whitening gigi
Whitening Gigi: Solusi untuk Senyum Lebih Cerah dan Percaya Diri
bleaching gigi
Bleaching Gigi: Pengertian, Tujuan, Prosedur, Efek Samping, & Manfaat
perawatan saluran akar gigi anak
Perawatan Saluran Akar Gigi Anak yang Aman untuk Kesehatan Gigi Si Kecil

Cari Informasi yang Anda Butuhkan