Bleaching gigi dapat membuat seseorang lebih percaya diri dengan memiliki gigi yang sehat dan indah dipandang. Berbagai macam penyebab gigi berubah warna bisa disebabkan oleh faktor metabolisme yang kurang baik atau kebiasaan hidup yang tidak sehat. Seperti sering pengonsumsian teh, kopi, wortel, coklat, dan tembakau yang memiliki zat chromogens.
Dalam artikel ini, Klinik Gigi Senyum & Senyum akan mengenalkan macam-macam metode, bahan yang digunakan ketika melakukan bleaching gigi, apakah bleaching gigi aman, kelebihan dan kekurangan setiap metode bleaching, serta tips bagaimana memilih jenis bleaching gigi yang tepat.
Macam-Macam Bleaching Gigi Berdasarkan Metode
Bleacing gigi memiliki beberapa macam metode yang dapat dilakukan baik secara mandiri atau di klinik. Beberapa prosedur bleacing gigi meliputi:
In-Office Bleaching(Bleaching di Klinik Gigi)
Seperti namanya, bleaching in-office berarti melakukan bleaching gigi di klinik. In office bleaching memberikan keuntungan dengan berpotensi memutih kan gigi lebih cepat, tindakan dilakukan di bawah kontrol dokter gigi, dan pada saat proses perawatan dilakukan jaringan lunak di bawah gigi terlindungi dengan maksimal.
Home Bleaching Menggunakan Tray Custom
Metode home bleaching adalah proses pemutihan gigi yang dilakukan secara mandiri oleh pasien dengan alat-alat yang diresepkan oleh dokter di rumah namun tetap dengan pengawasan dan kontrol rutin ke dokter ahlinya.
Over-the-Counter Bleaching (Produk Pemutih Gigi di Pasaran)
Selain pemutihan gigi yang dilakukan di bawah pengawasan dokter, pemutihan gigi juga dapat diaplikasikan oleh pasien sendiri dengan menggunakan produk pemutih gigi pasaran berkonsentrasi rendah (3-6% hydrogen peroxide). Produk ini dapat berbentuk bentuk gel pemutih gigi, benang pemutih gigi, permen karet, pasta gigi pemutih, atau pena pemutih gigi.
Laser Bleaching
Laser bleaching sebagaimana namanya menggunakan cahaya laser sebagai mediator pengeras dari bahan cairan bleaching. Setelah cairan bleaching diaplikasikan pada gigi, alat laser bleaching akan menyinari gigi tersebut dengan sinar laser.
Internal Bleaching (Untuk Gigi Non-Vital)
Pemutihan gigi internal adalah prosedur konservatif yang memperbaiki penampilan gigi yang tidak vital dengan perubahan warna internal tanpa memerlukan penghilangan struktur gigi tambahan.
Jenis Bleaching Gigi Berdasarkan Bahan Aktif
Bleaching gigi biasa menggunakan bahan-bahan kimia dan reaktif sebagai alat pembantu ketika memutihkan gigi. Jenis bahan aktif bleaching meliputi :
Hydrogen Peroxide
Hidrogen peroksida (H2O2) adalah zat kimia asam berupa cairan berwarna biru yang sangat pucat jika dalam keadaan murni. Sesuai dengan namanya, hidrogen peroksida tersusun dari senyawa kimia berupa hidrogen dan oksigen. Hidrogen peroksida juga biasa digunakan pada produk pemutih gigi..
Mekanisme kerja hidrogen peroksida didasarkan pada oksidasi kompleks yang menyebabkan pelepasan spesies oksigen aktif dan pemecahan pigmen yang terdapat pada email dan dentin. Spesies oksigen aktif yang dihasilkan oleh HP dapat menembus melalui prisma email dan mencapai dentin, memecah molekul organik.
Carbamide Peroxide
Karbamid peroksida adalah senyawa yang terbuat dari hidrogen peroksida dan urea. Ketika digunakan dalam produk pemutih gigi, senyawa ini melepaskan molekul oksigen yang membantu mengurai noda dan perubahan warna pada permukaan gigi Anda. Proses oksidasi yang lembut ini membantu gigi Anda terlihat lebih putih tanpa menyebabkan kerusakan jika digunakan dengan benar.
Variasi Konsentrasi dan Indikasi Penggunaannya
Dalam pengaplikasiannya, setiap jenis memiliki konsentrasinya masing-masing. Seperti Hydrogen Peroxide digunakan sebanyak 35% yang dipadukan dengan peptida fosfat kasein–fosfat kalsium amorf (CPP–ACP). Bahan tersebut dapat menyebabkan pengurangan signifikan pada peradangan pulpa setelah pemutihan. Sementara untuk Carbamide peroxide biasa menggunakan konsentrasi sebesar 10% yang dianggap sebagai “golden standard” karena penggunaannya yang luas dalam pemutihan di rumah dan dokumentasi yang luas dalam literatur mengenai efisiensi dan keamanannya.
Kelebihan dan Kekurangan Setiap Jenis Bleaching Gigi
Secara umum bleaching gigi memiliki beberapa kelebihan dan kekuarangan berdasarkan masing-masing metode yang dilakukan, diantaranya:
In-Office Bleaching (Bleaching di Klinik Gigi)
Metode ini memiliki keuntungan berupa memutih kan gigi lebih cepat dan perlindungan gusi yang lebih maksimal. Meskipun begitu, kekurangan yang terdapat dalam metode ini adalah durasi pelaksanaan yang lama dan perlu perawatan berkala secara disiplin
Home Bleaching Menggunakan Tray Custom
Metode home bleaching memiliki kelebihan dapat dilakukan sendiri di rumah meskipun perlu mendapatkan persetujuan dan resep dari dokter. Dengan fleksibilitas tersebut, terdapat juga kekurangan seperti kurangnya keamanan dan rawan kesalahan ketika melakukan pengaplikasian.
Over-the-Counter Bleaching(Produk Pemutih Gigi di Pasaran)
Kelebihan dari metode ini adalah dapat melakukannya kapan saja sesuka hati dengan bahan-bahan yang dapat dibeli di pasaran. Kekurangan metode ini adalah memiliki resiko kesalahan dan kegagalan yang lebih fatal karena dilakukan sepenuhnya oleh pasien mulai pembelian bahan hingga pengaplikasiannya.
Laser Bleaching
Metode laser ini memiliki keuntungan berhasil yang lebih konsisten, mengurangi sensitivitas berlebihan pasca-perawatan, lebih bermanfaat pada gigi yang telah menjalani perawatan endodontik, berkat kemungkinan penggunaan konsentrasi Hidrogen peroksida yang lebih rendah dibandingkan dengan metode pemutihan berjalan. Kekurangannya adalah pemutihan laser dapat berdampak buruk pada parameter fisik bahan restorasi meskipun hal ini masih perlu diteliti lagi.
Internal Bleaching(Untuk Gigi Non-Vital)
Keuntungan dari internal bleaching adalah harga yang lebih murah dari metode lainnya serta hasil pemutihan internal lebih dapat diprediksi pada gigi yang berubah warna akibat trauma atau nekrosis dibandingkan dengan perubahan warna gigi akibat material.
Tips Memilih Jenis Bleaching Gigi yang Tepat
Jika anda ingin memilih jenis bleaching apa yang paling tepat untuk anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti:
- Kondisi gigi anda. Gigi yang sedang sakit atau bermasalah tidak dapat melakukan bleaching sebelum melakukan tindakan untuk mengobati gigi yang rusak.
- Gigi yang sensitif. Jika gigi anda sensitif, maka ada baiknya anda melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter karena tidak semua gigi sensitif dapat melakukan bleaching.
- Tentukan waktu biaya yang dapat dikeluarkan. Biaya yang diperlukan untuk melakukan bleaching berbeda-beda, maka dari itu tentukan berapa besar biaya yang dapat keluarkan.
- Temukan klinik gigi atau dokter yang kompeten. Klinik gigi atau dokter yang tidak kompeten dapat merusak kondisi gigi yang seharusnya diperbaiki, maka dari itu tentukan klinik dan dokter profesional yang akan kamu datangi.
Penutup
Setelah mengetahui apa saja metode bleaching gigi dan bahan yang digunakan ketika melakukan bleaching, segera tentukan bagaimana kamu akan melakukan bleaching gigi. Pastikan bleaching anda dilakukan oleh profesional yang berpengalaman di Klinik Gigi Senyum dan Senyum.
Rujukan
annisa-meidina. (2023, Juli 1). Keamanan Produk Pemutih Gigi Pasaran bagi Kesehatan Rongga Mulut. Alomedika. https://www.alomedika.com/keamanan-produk-pemutih-gigi-pasaran-bagi-kesehatan-rongga-mulut
Digitalteam. (2024, November 25). Is Carbamide Peroxide Safe for Teeth Whitening? | Dentist Insights. Eastridge Dental. https://www.eastridgedentalgreenbay.com/carbamide-peroxide-teeth-whitening/
general_alomedika. (2025, April 26). Teknik Bleaching (Pemutihan Gigi). Alomedika. https://www.alomedika.com/tindakan-medis/gigi-dan-mulut/bleaching-pemutihan-gigi/teknik
Hikmah, N., Aksari, L. D., Natsir, N., Nugroho, J. J., Rovani, C. A., Dwiandhany, W. S., & Katu, H. (2023). In office bleaching: A treatment solution for teeth with extrinsic discoloration and the hypersensitivity effects: Makassar Dental Journal, 12(1), 139–142. https://doi.org/10.35856/mdj.v12i1.729
Jin, Y., Paranhos, K. S., Salamone, A., Bongiorno, W., & Brizuela, M. (2025). Internal Tooth Whitening. Dalam StatPearls. StatPearls Publishing. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK603756/
Kiryk, J., Kiryk, S., Kensy, J., Świenc, W., Palka, B., Zimoląg-Dydak, M., Dobrzyński, W., Matys, J., & Dobrzyński, M. (2024). Effectiveness of Laser-Assisted Teeth Bleaching: A Systematic Review. Applied Sciences, 14(20), 9219. https://doi.org/10.3390/app14209219
Malcangi, G., Patano, A., Inchingolo, A. D., Ciocia, A. M., Piras, F., Latini, G., Di Pede, C., Palmieri, G., Laudadio, C., Settanni, V., Garofoli, G., de Ruvo, E., Buongiorno, S., Bordea, I. R., Xhajanka, E., Di Venere, D., Inchingolo, F., Dipalma, G., & Inchingolo, A. M. (2023). Efficacy of Carbamide and Hydrogen Peroxide Tooth Bleaching Techniques in Orthodontic and Restorative Dentistry Patients: A Scoping Review. Applied Sciences, 13(12), 7089. https://doi.org/10.3390/app13127089Riani, M. D., Oenzil, F., & Kasuma, N. (2015). Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Peroksida 6% secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(2). https://doi.org/10.25077/jka.v4i2.252








