Mengenal Perikoronitis: Radang Gusi di Area Gigi Bungsu

Bagikan:
perikoronitis adalah
Daftar Isi

Mengenal apa itu Perikoronitis

Perikoronitis adalah peradangan pada jaringan gingiva atau gusi yang menutupi mahkota gigi molar ketiga, khususnya gigi bungsu bawah yang impaksi parsial. Gejala yang ditimbulkan oleh Perikoronitis biasanya berupa peradangan pada jaringan gusi yang mengelilingi gigi bungsu yang sedang tumbuh.

Kondisi ini terjadi ketika gigi bungsu tidak tumbuh dengan sempurna (impaksi), sehingga sebagian mahkota gigi tertutup oleh jaringan gusi yang disebut operkulum. Celah antara operkulum dan gigi akan menjadi tempat penumpukan sisa makanan dan bakteri, yang dapat menyebabkan infeksi dan peradangan pada area tersebut. Biasanya, hal ini terjadi pada usia 20-30 tahun saat gigi bungsu mencoba muncul tapi terhalang tulang atau gigi lain.

Penyebab Perikoronitis

Penyebab utama perikoronitis adalah penumpukan bakteri di area sekitar gigi bungsu yang sedang tumbuh. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya perikoronitis meliputi:

  • Pertumbuhan Gigi Bungsu yang Tidak Sempurna: Gigi bungsu yang tumbuh miring atau hanya muncul sebagian dapat menyebabkan penumpukan sisa makanan dan bakteri di area tersebut.
  • Kebersihan Mulut yang Buruk: Kurangnya perawatan gigi dan gusi yang tepat dapat meningkatkan risiko infeksi pada area sekitar gigi bungsu.
  • Usia 20–29 Tahun: Kelompok usia ini lebih rentan mengalami perikoronitis karena gigi bungsu biasanya tumbuh pada rentang usia tersebut.
  • Kebiasaan Merokok: Merokok dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi pada gusi.
  • Stres, kelelahan, atau kehamilan: Hal tersebut dapat membuat imun melemah sehingga dapat memperparah kondisi oleh penyebab sebelumnya.

Gejala Perikoronitis

Gejala perikoronitis akut muncul tiba-tiba dengan nyeri hebat di belakang mulut, sulit membuka rahang (trismus), dan pembengkakan gusi merah. Tanda lain juga termasuk:

  • Gusi bengkak dan nyeri di sekitar gigi bungsu.
  • Kesulitan dan rasa sakit saat membuka mulut atau mengunyah.
  • Keluarnya nanah dari area gusi yang terinfeksi.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang atau leher.
  • Demam.
  • Pada kondisi kronis, dapat timbul rasa nyeri tumpul berulang 1-2 hari dan muncul rasa tidak nyaman di mulut.

Apakah Perikoronitis Bisa Sembuh Sendiri?

Pada kasus ringan, perikoronitis dapat sembuh dengan sendirinya, terutama jika kebersihan mulut dijaga dengan baik. Namun pada kasus yang lebih parah atau kronis, perikoronitis tidak akan sembuh tanpa penanganan medis. Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari atau semakin parah, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi.

Cara Menyembuhkan Perikoronitis Secara Medis

Pengobatan perikoronitis tergantung pada tingkat keparahan dan frekuensi kambuhnya kondisi tersebut. Metode pengobatan meliputi:

  • Obat Kumur Antiseptik: Menggunakan obat kumur berbahan dasar klorheksidin untuk membersihkan area yang terinfeksi dan mengurangi peradangan.
  • Antibiotik: Jika infeksi meluas, dokter gigi mungkin meresepkan antibiotik seperti amoksisilin untuk mengatasi infeksi.
  • Operkulektomi: Prosedur pembedahan kecil untuk mengangkat jaringan gusi yang menutupi gigi bungsu, sehingga memudahkan pembersihan area tersebut dan mencegah penumpukan sisa makanan dan bakteri.
  • Pencabutan Gigi Bungsu: Jika perikoronitis sering kambuh atau gigi bungsu tidak dapat tumbuh dengan sempurna, pencabutan gigi bungsu mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. 

Biaya Operasi Perikoronitis di Klinik dan Rumah Sakit

Biaya operasi perikoronitis bervariasi tergantung prosedur, lokasi, dan fasilitas. Di klinik gigi, operkulektomi sekitar Rp480.000 – Rp2.000.000 per gigi. Biaya operasi perikoronitis untuk odontektomi di klinik mulai Rp499.000 (ringan) hingga Rp3.000.000 (kompleks).

Di rumah sakit, biaya operasi perikoronitis akan menjadi lebih tinggi dengan kisaran Rp1.500.000 – Rp5.500.000 per gigi bungsu, tergantung kelas kamar dan kondisi gigi.

Penutup

Perikoronitis adalah kondisi peradangan pada gusi di sekitar gigi bungsu yang sedang tumbuh, yang dapat menyebabkan nyeri dan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Penting untuk menjaga kebersihan mulut secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter gigi jika mengalami gejala perikoronitis. Dengan penanganan yang tepat, perikoronitis dapat diatasi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Artikel Terkait

Hukum Sikat Gigi
Menjaga Kebersihan Mulut: Hukum Sikat Gigi di Bulan Puasa
gusi berdarah
Kenapa Gusi Berdarah Saat Puasa dan Bagaimana Mengatasinya
asuransi gigi
Pilihan Proteksi Gigi yang Tepat untuk Senyum yang Sehat
Dapatkan Informasi Terbaru

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan update blog terbaru.

Konsultasikan Kesehatan Gigi Anda Bersama Kami

Dapatkan promo dan paket layanan lengkap.

Topik Pilihan

batas waktu cabut gigi dan pasang gigi palsu​
Panduan Waktu Ideal Pasang Gigi Palsu Usai Cabut Gigi
behel fashion
Mengenal Behel Fashion: Antara Manfaat dan Risikonya
kontrol behel saat puasa
Panduan Nyaman Perawatan Gigi dan Behel Selama Bulan Ramadhan

Cari Informasi yang Anda Butuhkan