Bleaching gigi atau pemutihan gigi adalah prosedur perawatan gigi yang bertujuan untuk menghilangkan noda atau warna yang berubah pada gigi yang dapat bertahan cukup lama menggunakan bahan perawatan khusus, seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida.
tidak hanya untuk estetika, bleaching gigi dapat membuat seseorang lebih percaya diri dengan memiliki gigi yang sehat dan indah dipandang. Ada berbagai macam penyebab gigi berubah warna baik dari faktor dalam tubuh maupun keseharian sehari-hari. Diantaranya adalah pengonsumsian teh, kopi, wortel, coklat, dan tembakau yang memiliki zat chromogens. Selain itu, gigi yang berubah warna juga bisa disebabkan oleh metabolisme tubuh yang kurang baik maupun adanya obat-obatan penyebab berubahnya warna gigi.
Dalam artikel ini, Klinik Gigi Senyum & Senyum akan menginformasikan bagaimana cara dan proses dari bleaching gigi, syarat bleaching gigi, pantangan setelah bleaching gigi, berapa lama proses bleaching gigi, dan juga hal-hal penting yang perlu anda ketahui sebelum melakukannya.
6 Syarat Bleaching Gigi yang Harus Dipenuhi
Sebelum melakukan bleaching gigi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bleaching gigi dapat berjalan lancar, maksimal, dan tidak menimbulkan efek samping. Persyaratan-persyaratan tersebut adalah:
1. Berusia minimal 16 tahun
Anak yang dibawah 16 tahun tidak diperkenankan melakukan bleaching atau pemutihan gigi, dikarenakan gigi yang masih dalam fase bertumbuh normal dapat membuat gigi tumbuh menjadi gigi yang sensitif sehingga lebih sulit merawatnya.
2. Tidak sedang hamil dan menyusui
Ibu yang sedang hamil dan menyusui sangat tidak disarankan melakukan bleaching gigi. Hal ini dikarenakan saat bleaching atau pemutihan gigi dilakukan, dikhawatirkan akan ada cairan bleaching yang masuk ke dalam tubuh. Bisa jadi cairan ini berbahaya untuk janin atau bayi yang sedang disusui.
3. Bertanya kepada dokter terlebih dahulu bagi pemilik gigi sensitif
Bagi penderita gigi sensitif, diharapkan bertanya kepada dokter terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan apakah gigi mereka dapat melakukan bleaching atau tidak karena dapat memperparah sensitivitas gigi.
4. Tidak memiliki alergi terhadap peroksida
Alergi terhadap peroksida dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan seperti gatal, iritasi, atau reaksi alergi pada tubuh.
5. Tidak memiliki masalah gigi dan gusi
Jika memiliki masalah gigi dan gusi seperti gigi berlubang, maka tidak disarankan untuk melakukan pemutihan gigi sebelum gigi ditambal. karena saat melakukan bleaching, akan ada cairan yang masuk ke dalam gigi anda. Cairan bleaching ini dapat menimbulkan gejala gigi sensitif.
6. Tidak memiliki gigi palsu
Tidak semua gigi dapat dibleaching, diantaranya adalah gigi palsu. Meskipun dibleaching berkali-kali, gigi palsu tidak akan berubah warna menjadi lebih putih.
Cara Bleaching Gigi yang Benar
1. Dokter memeriksa kondisi gigi dan rongga mulut pasien
Untuk mencegah masalah gigi yang dapat disebabkan ketika bleaching gigi, dokter akan memeriksa terlebih dahulu gigi pasien apakah dapat melakukan bleaching atau perlu dilakukan tindakan terlebih dahulu untuk mengatasi permasalah gigi pasien.
2. Cairan bleaching dioleskan pada gigi
Dokter gigi akan memasangkan pelindung antara gusi dan gigi agar cairan bleaching tidak mengenai gusi. Setelah itu, cairan bleaching akan diaplikasikan pada gigi secara merata.
3. Dokter menggunakan sinar UV
Setelah pengolesan cairan bleaching, gigi pasien akan disinari dengan sinar UV untuk mengaktifkan cairan bleaching sehingga dapat meningkatkan warna gigi lebih putih.
Tahapan dalam Proses Bleaching Gigi di Klinik
Diantara tahapan yang kami lakukan di Klinik Gigi Senyum & Senyum adalah:
1. Pemeriksaan awal
Sebelum melakukan bleaching, dokter di klinik akan memeriksa kondisi gigi dan gusi. Jika dokter menemukan gigi berlubang atau sensitif, maka dokter akan melakukan perawatan terlebih dahulu agar hasil bleaching optimal dan aman.
2. Pembersihan Permukaan Gigi
Langkah berikutnya adalah pelaksanaan scaling ringan agar plak dan karang gigi menghilan sehingga bahan pemutih dapat bekerja maksimal pada permukaan gigi yang bersih.
3. Proses Aplikasi Gel Bleaching
- Dokter mengaplikasikan pelindung gusi dengan gel pelindung khusus.
- Cairan bleaching diaplikasikan di permukaan gigi.
- Bahan bleaching diaktifkan menggunakan lampu LED atau laser selama 15 hingga 30 menit per sesi.
- Proses tersebut diulang 2 hingga 3 kali menyesuaikan tingkat warna yang diinginkan pasien.
4. Evaluasi dan Edukasi Pasien
Setelah proses bleaching selesai, dokter akan mengevaluasi hasil bleaching dan memberikan edukasi agar gigi tetap cerah lebih lama. Pasien juga akan diberikan panduan mengenai makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi maupun yang sebaiknya dihindari setelah melakukan bleaching.
Proses Bleaching Gigi Berapa Lama?
Secara umum, prosedur bleaching gigi dapat berlangsung cukup cepat mulai dari 60 hingga 90 menit mulai dari pemeriksaan awal hingga edukasi pasien.
Pantangan Setelah Bleaching Gigi
Agar gigi yang telah dibleaching bertahan lama ada beberapa pantangan yang perlu diindari, yaitu:
1. Meminum kopi
Kopi mengandung zat chromogens yang merupakan zat warna yang dapat meninggalkan noda pada gigi. Selain itu, kopi juga mengandung zat tanin yang dapat membuat gigi menguning.
2. Merokok
Nikotin dan tar yang terkandung di dalam rokok dapat dengan cepat menodai gigi yang baru diputihkan dan bahkan memperburuk kondisi gigi dan gusi.
3. Mengkonsumsi makanan atau minuman berwarna
Zat pewarna dalam makanan dan minuman dapat menempel pada permukaan gigi yang baru saja dibleaching, sehingga mengurangi keefektifan pemutihan. Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak berwarna dan minuman bening seperti air putih atau susu untuk beberapa hari setelah melakukan bleaching.
4. Mengkonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin
Gigi yang telah dibleaching bisa saja menjadi lebih sensitif sebagai efek sampingnya, sehingga direkomendasikan untuk untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas atau dingin sehingga menimbulkan reaksi gigi yang sensitif untuk beberapa hari.
5. Mengkonsumsi makanan yang terbuat dari kacang kedelai
Makanan yang berbahan kacang kedelai seperti kecap dan tahu juga sebaiknya dihindari untuk beberapa hari setelah melakukan bleaching gigi. Makanan ini biasanya mengandung pigmen dan zat yang dapat menodai gigi.
Baca juga: Ketahui Harga Bleaching Gigi di Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik
Penutup
Setelah mengetahui bagaimana prosedur bleaching gigi yang baik dan benar serta apa saja hal yang tidak diperkenankan untuk dilakukan setelah melakukan bleaching gigi agar mendapatkan hasil yang maksimal. Pastikan bleaching dilakukan oleh dokter gigi profesional di Klinik Gigi Senyum Senyum agar hasilnya maksimal dan minim efek samping berlebih.
Rujukan
- Adelia Marista. (2019). Pemutihan Gigi: Syarat dan Prosedur yang Dijalani. HonestDocs. https://www.honestdocs.id/syarat-pemutihan-gigi
- Afrida, F. (2020). Strawberry Potention as a Teeth Whitener. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(4), 537–544. https://doi.org/10.37287/jppp.v2i4.216
- Clinic, T. P. (2024, Maret 22). 5 Pantangan Setelah Bleaching Gigi yang Harus Dilakukan. Plasthetic Clinic. https://www.plasthetic.com/article/pantangan-setelah-bleaching-gigi/
- Marianti. (2025). Gigi Kuning, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya. Alodokter. https://www.alodokter.com/hentikan-kebiasaan-pemicu-gigi-kuning
- Robbykha Rosalien. (2023). 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Bleaching Gigi. Alodokter. https://www.alodokter.com/5-hal-yang-harus-diperhatikan-sebelum-bleaching-gigi
- satudental. (2024, Juli 29). 5 Pantangan Setelah Bleaching Gigi yang Harus Dilakukan—Klinik Gigi SATU Dental. https://www.satudental.com/blog/pantangan-setelah-bleaching-gigi/
- Senyum, T. M. K. G. S. &. (2025, November 3). Bleaching Gigi: Tujuan, Prosedur, Efek Samping, & Manfaat. https://senyumdansenyum.com/blog/apa-itu-bleaching-gigi/
- Wulandari, A. M. (2025, Mei 11). Bleaching & Veneer Gigi Siapa yang Paling Membutuhkannya?Simak Penjelasannya. Fakultas Kedokteran Gigi. https://fkg.umsida.ac.id/bleaching-veneer-gigi-yang-paling-membutuhkannya/






